Rekonsiliasi Islam dan Barat, Mungkinkah...!!??  

Posted by Unknown in



           Meletusnya peristiwa kelam pemboman di gedung World Trade Center (WTC) di Pentagon, USA membuat dunia internasional terhentak. Akibat serangan teroris yang membabi buta pada 11 September 2001 tersebut, tak kurang 3000 nyawa tak berdosa melayang. Tragedi tersebut membuat dunia tersentak dan dunia politik internasional mengalami depresi global. Walhasil, muncullah seruan global berupa perang terhadap terorisme.

            Sebelas tahun silam tragedi WTC terjadi, sama artinya dengan sebelas tahun pula Islam tersandera di lumpur pekat label “Sarang Teroris”. Pasalnya, pasca meletusnya tragedi tersebut stigma global mengarah pada agama Islam. Islam dipojokkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi WTC. Jaringan Al-Qaeda, dengan Osama Bin Laden sebagai punggawanya, menjadi kelompok yang dibenci dan paling diburu di dunia.
             Meskipun ada opini lain yang menyebut bahwa munculnya label terorisme hanyalah propaganda Barat untuk menjajah negara-negara Islam. Pasca runtuhnya gedung WTC New York, 11 September 2001, sebagian besar pengamat berkeyakinan, penyebab utama munculnya peristiwa itu, adalah imperealisme dan agresi AS di berbagai belahan dunia, serta perampokan harta dan kekayaan bangsa dunia ketiga oleh mereka.

Muhkam dan Mutasyabihat  

Posted by Unknown in

A.    PENDAHULUAN
Manusia semakin sadar akan pentingnya interpretasi terhadap kitab suci al-Quran untuk menjaga eksitensinya menjawab kompleksitas persoalan sekaligus menjadi pedoman paripurna kepada umat manusia. Guna mendapatkan hasil interpretasi yang sesuai dengan isi yang terkandung dalam kalam Ilahi ini, diperlukan bermacam perangkat analisis untuk mengurainya.
Salah satu perangkat analisis yang digunakan dalam memahami al-Quran  adalah ilmu muhkam dan mutasyabih.  Kajian seputar ilmu muhkam dan mutasyabih sering menumbulkan ragam kontroversi sepanjang sejarah penafsiran al-Qur’an karena perbedaan interpretasi antara ulama tentang hakikat muhkam dan mutasyabih. Dalam al-Quran memang tersajikan kata-kata muhkam dan mutasyabih dengan beberapa pengertian diantaranya Pertama, lafal Muh{kam, terdapat dalam Q.S. Hu>d [11]: 1

Membongkar Radikalisme Agama  

Posted by Unknown in

Salah satu Pekerjaan Rumah  terbesar aparatur dan pemerintah Indonesia, selain kasus korupsi, adalah meredam radikalisme. Paham radikalisme sangat rentan menghinggapi pola pikir rakyat Indonesia. Parahnya, radikalisme tidak dikonsumsi pribadi namun juga turut merugikan orang lain. Pasalnya, radikalisme berujung pada tindakan destruktif berupa tindakan teror atau yang lazim dikenal dengan terorisme.
Di Indonesia kasus terorisme latah terjadi. Hal ini disinyalir menanti kelengahan aparat keamanan dan bisa beraksi kembali setiap saat. Dewasa ini tindak terorisme lazim dilakukan dengan teror bom hingga bom bunuh diri. Tercatat bom Bali, bom Cirebon, dan teror bom-bom lainnya, menggunakan amunisi peledak.
Fenomena unik tampak pada kasus terorisme. Bukan persoalan pemakaian sarana bom, namun yang paling menarik adalah pada si pelaku. Bagaimana tidak menarik, kematian bagi mayoritas manusia adalah suatu hal yang mengerikan, namun bagi pelaku bom bunuh diri, alias ‘sang pengantin’ kematian adalah yang paling dinanti.

KONKRITISASI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM  

Posted by Unknown in

A. Pendahuluan
Masalah serius yang dihadapi oleh sebagian besar konseptor pendidikan Islam adalah rendahnya tingkat kemampuan memahami pendidikan Islam sebagai suatu “ilmu” dan pendidikan Islam sebagai suatu “lembaga pendidikan”. Harus diakui, memahami pendidikan Islam sebagai suatu sistem ilmu pengetahuan dan membedakan pengertiannya dengan pendidikan Islam sebagai suatu lembaga pendidikan tidak semudah seperti memahami objek ‘ilmu’ bersifat abstrak sedangkan ‘lembaga pendidikan’ bersifat konkrit.
Tetapi lebih dari itu, telaah pendidikan Islam sebagai suatu sistem ilmu pengetahuan pada akhirnya disadari merupakan bagian dari telaah pendidikan Islam sebagai suatu lembaga, demikian pula sebaliknya. Telaah lembaga pendidikan Islam disadari sebagai bagian dari sistem ilmu pengetahuan.
Pertanyaan yang muncul, apa sesungguhnya yang membedakan keduanya? Kemudian, bagaimana wujud konkrit dari pembedaan kedua konsep tersebut? Persoalan selanjutnya bagaimana pengaruhnya terhadap konsep ideal pendidikan Islam? Sehubungan dengan konsep pendidikan sebagai suatu proses, bagaimana kedudukannya diantara pendidikan Islam sebagai suatu sistem ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam sebagai suatu lembaga/institusi pendidikan?

ANALISIS VARIAN ISLAM DI JAWA  

Posted by Unknown in

Prolog :
Menurut Clifford Geertz ada 3 varian  Islam Jawa yaitu: abangan, santri, priyayi
1.      Analisislah sejarah singkat munculnya 3 varian itu! Bedakan dan bandingkan ke 3 varian  itu dengan contohnya.
2.      Analisislah mengapa Islam di Jawa atau yang mayoritas Islam sinkretis bukan Islam fiqh! Dan mengapa abangan /nasionalis selalu menang dalam percaturan politik?

Interlecutor :
            Beranjak dari sejarah awal mula masuknya Islam di pulau Jawa sendiri dapat diketahui bahwa awal mulanya Islam masuk ke tanah Jawa berada di Banten tetapi hal ini jarang diketahui oleh sebagian orang dikarenakan ketika itu Islam di Banten tidak dalam society yang besar seperti di Demak. Sehingga sebagian besar orang menyatakan bahwa Islam pertama kali masuk ke pulau Jawa berada di Demak. Mengapa harus Demak? Karena pada saat itu kita ketahui bahwa kerajaan Hindu terbesar yang ada adalah Majapahit yang ibukota kerajaannya berada di Mojokerto yang notabene lebih dekat terhadap Demak.(Nina H Lubis) Awal munculnya varian Islam di pulau Jawa sejalan dengan munculnya kerajaan Islam (Demak) di Jawa. Maju mundurnya kerajaan Demak tidak lepas dari pengaruh seorang wali dari Sembilan wali yang terkenal selama ini yaitu Sunan Giri.

SERANGAN DARI LANGIT  

Posted by Unknown in


Alam taro kaifa fa’ala robbuka bi ashabil fiil. Alam yaj’al kaidahum fii tadlil. Wa arsala ‘alaihim toiron abaabiil. Tarmihim bi hijaarotim min sijjiil. Faja’alahum ka’asfim ma’kul.
kisah yang sangat mengerikan itu, (wuusssh) terjadi pada masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kisah yang bermula ketika Raja Abrahah dari Yaman merasa iri terhadap kota Mekkah, kota yang di dalamnya terdapat ka'bah yang selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang Arab melakukan ibadah haji setiap tahun.
Pada saat itu, Raja Abrahah mempunyai hasrat besar untuk menghancurkan ka'bah dan berniat untuk mengalihkan peribadatan orang-orang Arab ke negerinya yaitu Yaman. Sebelum melakukan penyerangan ke Mekkah, Abrahah mengirimkan seorang utusan untuk memberi tahu maksud dan keinginannya.
Berkatalah utusan abrahah: “hai penduduk mekkah, pemimpin kami telah membangun sebuah gereja yang megah dan mewah. Maka, berpindahlah kalian ke Yaman. Jika tidak, pemimpin kami akan segera membinasakan ka’bah dan tempat ibadah kalian”

PANCASILA DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN  

Posted by Unknown in


1.  Pengertian
·         Secara bahasa, istilah “Civic Education” oleh sebagian pakar diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan atau Pendidikan Kewarganegaraan. Istilah “Pendidikan Kewargaan” diwakili oleh Azra dan Tim ICCE (Indonesian Center for Civic Education) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, sebagai pengembang Civic Education pertama di perguruan tinggi. Penggunaan istilah “Pendidikan Kewarganegaraan” diwakili oleh Winataputra dkk dari Tim CICED (Center Indonesian for Civic Education), Tim ICCE (2005: 6).
·         Dari definisi etimologis tersebut dapat dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dirumuskan secara luas untuk mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, dan secara khusus, peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belajar, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.
·         Cogan (1999:4) mengartikan civic education sebagai "...the foundational course work in school designed to prepare young citizens for an active role in their communities in their adult lives", maksudnya adalah suatu mata pelajaran dasar di sekolah yang dirancang untuk mempersiapkan warga negara muda, agar kelak setelah dewasa dapat berperan aktif dalam masyarakatnya.