Meletusnya peristiwa
kelam pemboman di gedung World Trade Center (WTC) di Pentagon, USA membuat
dunia internasional terhentak. Akibat serangan teroris yang membabi buta pada
11 September 2001 tersebut, tak kurang 3000 nyawa tak berdosa melayang. Tragedi
tersebut membuat dunia tersentak dan dunia politik internasional mengalami
depresi global. Walhasil, muncullah seruan global berupa perang terhadap
terorisme.
Sebelas tahun silam
tragedi WTC terjadi, sama artinya dengan sebelas tahun pula Islam tersandera di
lumpur pekat label “Sarang Teroris”. Pasalnya, pasca meletusnya tragedi
tersebut stigma global mengarah pada agama Islam. Islam dipojokkan sebagai
pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi WTC. Jaringan Al-Qaeda, dengan
Osama Bin Laden sebagai punggawanya, menjadi kelompok yang dibenci dan paling
diburu di dunia.
Meskipun ada opini lain yang menyebut bahwa munculnya label terorisme
hanyalah propaganda Barat untuk menjajah negara-negara Islam. Pasca runtuhnya
gedung WTC New York, 11 September 2001, sebagian besar pengamat berkeyakinan,
penyebab utama munculnya peristiwa itu, adalah imperealisme dan agresi AS di
berbagai belahan dunia, serta perampokan harta dan kekayaan bangsa dunia ketiga
oleh mereka.